Masalah Tuntas! Ranieri Sudah Tak Punya Niatan Habisi Strikernya

Ranieri

Manajer Fulham Claudio Ranieri mengaku sudah tak marah lagi pada penyerangnya yakni Aboubakar Kamara terkait insiden penalti lawan Huddersfield Town.

Sebelumnya, Ranieri mengaku marah besar terhadap Kamara. Pasalnya ia merebut jatah penalti timnya yang seharusnya dieksekusi oleh Aleksandar Mitrovic.

Insiden itu sempat membuat Kamara dan Mitrovic sempat adu mulut di lapangan. Parahnya, pada akhirnya Kamara gagal mengeksekusi penalti itu karena bol tendangannya sukses diblok oleh Jonas Lossl. Sbobet.

Untungnya bagi Fulham, kegagalan itu justru bisa dibayar tuntas oleh Mitrovic. Pemain asal Serbia ini berhasil mencetak gol pada menit 90+1 dan membuat timnya menang 1-0.

Aksi Kamara kemudian membuat Ranieri marah besar. Sampai-sampai dihadapan media, manajer asal Italia itu mengaku ingin menghabisi pemain asal Prancis tersebut.

“Saya ingin membunuhnya,” ketus eks bos Leicester City itu.

“Saya bilang pada Aboubakar Kamara untuk menyerahkan bola kepada Aleksandar Mitrovic. Ia yang menendang penalti,” tegasnya.

“Tak bisa dipercaya, [Kamara] tidak menghormati saya, klub, tim dan para suporter. Saya bicara dengannya, itu salah. Saya ingin membunuhnya.” Namun emosi Ranieri sudah mereda. Ia mengaku kini permasalah dengan pemain berusia 23 tahun itu telah tuntas.

“Sekarang semuanya sudah selesai. Ia datang kepada saya setelah saya memanggil semua pemain, semua orang di sekitar kami, dan mereka (semua) meminta maaf,” bebernya.

“Bagi saya sudah selesai,” tegas Ranieri seperti dilansir Sky Sports.

“Tim adalah yang pertama dalam ide saya, jika saya membutuhkannya ia terus bermain tetapi ia harus meningkatkan apa yang saya minta. Ia orang yang baik dan saya harap juga para penggemar mendukungnya dan semua tim,” pungkasnya.

Be the first to comment on "Masalah Tuntas! Ranieri Sudah Tak Punya Niatan Habisi Strikernya"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*